I Don’t Like Sunday
Hari Minggu ato hari libur biasanya banyak dinanti dan dicari orang. Tapi, tidak bagi saya. Apa pasal? Hari Minggu apalagi hari liburan panjang anak2 kuliah/sekolah sudah terbukti berakibat pada menurunnya tingkat revenue warnet saya. Jika dirata-ratakan, penurunannya mencapai 25 %.
Kondisi ini memaksa saya untuk berpikir dan mencari cara penanggulangan yang tepat.
Tak bisa dipungkiri memang, saat ini sebagian besar pengguna warnet, khususnya di lokasi saya, yang notabene berada di lingkungan kampus, saat-saat libur masih menjadi tantangan cukup berat. Saya tidak mau menyebutnya sebagai ancaman/hambatan, karena masih berusaha mencari solusi yang tepat.
Saya (duduk) bersama Crew Asanet
Sebuah resiko yang sejak sebelum warnet berdiri pun sudah saya ketahui dari berbagai milis di internet. Saya patut bersyukur, karena dari pantauan saya dan cerita temen2 di milis, ada beberapa warnet yang mengalami penurunan sangat drastis, hingga di atas 50 %, saat liburan!!!
Di sinilah perlu adanya inovasi dan kreasi kita. Sebagai upaya solutif, saya pernah mencoba memberlakukan tarif paket pada masa libur. Hasilnya? Belum menggembirakan. Belum signifikan. Belum ada respon positif. (Hmm… mau respon positif gimana… lha wong orang-orang yang mau meresponnya juga lagi pada mudik…he3…)
Tapi dari strategi itu, saya masih melihat celah… yah… sebuah celah, dia adalah publikasi. Ketika saya menggulirkan ide pemberlakuan tarif paket sepanjang liburan, saya tidak mempublikasikan program itu ke calon user atau customer saya.
Selain itu, ada cara lain yang sungguh tidak populer. Waktu itu saya sempet lihat ada sebuah warnet yang memasang papan pengumuman/billboard di depan warnetnya, bertuliskan “Tarif Murah Liburan, Rp. 5000,-/3jam”. Yah, warnet tersebut menurunkan (ngobral abizz) tarif normalnya pada saat liburan. Sebuah kebijakan berani, namun perlu dikaji lebih dalam.
I Don’t Like Sunday and Holiday, kata-kata itu terngiang2 di telinga saya. Bayangkan saja, pada saat tidak libur, warnet dari pagi (jam
sampai malem (jam 12) ramai dan nyaris selalu penuh. Bahkan pada saat “rush hour” sering “menolak” pelanggan karena penuh. Nah, giliran libur, he… rada-rada bete….. deh. (hmm….)

April 28th, 2008 at 12:36 pm
Wah… warnetnya di mana mas? jadi pengen nyoba nih
*agus:
di Jl Suci Bandung, boleh silahkan datang… makasih
May 2nd, 2008 at 10:18 am
gimana warnet barunya udah buka?