IDE WIRAUSAHA : HELM AUDIO
Antusiasme kalangan muda terhadap dunia wirausaha begitu menggejala. Betapa tidak, seminar-seminar bisnis kian marak. Milis dan komunitas bisnis makin berjejal. Begitu pula dengan buku-buku bisnis, seakan antri meraih predikat best seller.
Inikah indikasi kebangkitan ekonomi Indonesia?
Ciputra pernah mengatakan, sebuah negara akan maju jika 2 persen dari penduduknya adalah pengusaha. Indonesia saat ini hanya memiliki 0,18 persen penduduk yang berjiwa entrepreneur. Bandingkan dengan Singapura yang mencapai 7 persen, atau Amerika yang menembus angka 11 persen!
Kaum muda punya peran sentral dalam menentukan masa depan bangsa. Bos Medco Group, Arifin Panigoro dalam sebuah Kuliah Umum Entrepreneur, di Unpad mengatakan, “Pemuda dan mahasiswa memang hanya 25 persen dari populasi, namun mereka adalah 100 persen dari masa depan bangsa kita”.
Tunggu apa lagi, segera ambil keputusan, jadilah seorang entrepreneur. Take Action Miracle Happen, No Action Nothing Happen.
Wah, modalnya dari mana? Nanti kalau gagal dan bangkrut gimana? Bingung nih mau bisnis apa? Gak Punya Ide!
Ungkapan-ungkapan negatif seperti itulah yang biasanya muncul dan menjadi cadas penghalang bagi seseorang untuk memulai usaha. Padahal, peluang usaha teramat banyak, bertebaran dimana-mana. Dan ingat, modal itu tidak melulu berupa cash money.
Justru modal yang paling powerful adalah IDE. Bill Gates, Steve Jobs, Mark Zuckerberg, dll. bisa sukses karena memiliki ide-ide brilian melalui inovasi terus-menerus. Saya yakin, tidak ada ide yang bodoh. Ide yang bodoh hanyalah ide yang tidak diungkapkan.
Nah sekarang saya mencoba berbagi ide wirausaha. Ide ini sebetulnya sederhana, yakni BISNIS HELM AUDIO.
Kenapa HELM AUDIO?
Helm merupakan bagian tak terpisahkan dari sepeda motor. Market pengguna motor sangat besar. Dari tahun ke tahun, jumlah pengguna motor terus meningkat. Data BPS DKI Jakarta menunjukkan pertambahan motor di Jakarta mencapai 1.035 unit per hari (detikFinance, 28/03/2009). Sungguh luar biasa!
Hal ini ditunjang oleh beberapa faktor, diantaranya semakin murahnya downpayment (DP) pembelian motor dan gencarnya penetrasi pasar sepeda motor. Sebagai contoh, Honda memiliki program : 1 Rumah 1 Motor!
Tak heran jika bisnis turunan dari motor, seperti bengkel, aksesoris, dan cuci motor sangat profitable dan sukses menjadi lumbung untuk meraup pundi-pundi rupiah. Bahkan sekarang mucul bisnis turunan baru, yakni Cuci Helm yang mulai menggeliat dan merambah ke daerah-daerah.
Selain itu, faktor regulasi/kebijakan pemerintah juga sangat mendukung. UU Lalu Lintas No. 14 tahun 1992 yang mewajibkan penggunaan helm telah disyahkan sejak 25 Maret 2009 lalu.
Yah, ini peluang! Helm sebagai bagian integral dari motor tak pelak lagi, memiliki pangsa pasar yang menggiurkan. Apalagi, saat ini penggunaan helm telah menjadi lifestyle kalangan muda. Banyak kita jumpai para biker menggunkan helm dengan harga selangit.
Helm termasuk produk kreatif. Dengan sentuhan kreasi dan art, kita bisa memberikan nilai tambah dan mengkatrol harga. Saya sempat terhenyak ketika mendengar ada helm seharga Rp. 4 juta. Lebih terhenyak lagi, dengan helm berbandrol Rp. 12 juta! Padahal helm ini “hanya“ menambahkan airbag (kantong udara) di belakangnya.
Eureka…! Saya pun berteriak ketikan menemukan ide unik ini : Bagaimana kalau helm ini fungsinya ditambah dengan fasilitas audio, menggunakan mp3 player? Hmmm… “It’s a good idea!”
Produk ini akan menjadi solusi tepat bagi orang-orang yang suka mendengarkan lagu-lagu, nasyid, ceramah, alunan ayat suci, atau sejenisnya, ketika dalam perjalanan. Tanpa repot membongkar pasang earphone yang terkadang menyakitkan telinga. Sehingga perjalanan kita menjadi lebih efektif dan bermakna. Cukup menarik bukan?
Ada beberapa peluang usaha yang bisa kita ambil dari IDE ini, tergantung kebutuhan dan kemampuan kita.
1. Jasa Pemasangan
Peluang ini cocok untuk yang ingin merintis dari awal. Kita hanya menerima jasa pemasangan audio saja. Tidak diperlukan modal banyak. Paling hanya diperlukan untuk penyediaan alat-alat audio (mp3 player, speaker, kabel) dan sewa tempat. Selain itu, diperlukan keterampilan : memilih mp3 player dan jenis speaker yang tepat dan memasangnya dengan posisi senyaman mungkin untuk pengguna. Tarif pemasangan disesuaikan dengan tingkat kesulitan.
2. Produk Modifikasi
Peluang ini membutuhkan modal cukup besar. Diperlukan tempat untuk showroom, stock helm dan perangkat mp3 player. Lakukan modifikasi pada helm-helm yang udah ada, dan kita bisa mendapatkan produk baru : HELM AUDIO!
Jajakan Helm Audio di showroom. Pasang banner atau plang di depan showroom seunik mungkin, eye catching, dan bikin orang penasaran. Terobosan Baru, Helm Audio!
3. Distributor
Nah, kalo sudah ada yang membuat produk modifikasi Helm Audio, kita bisa menjadi distributor. Jadi kita hanya membeli Helm Audio dan menjualnya kembali di gerai kita.
Karena ini produk kreatif, maka kita harus kreatif juga mengemas gerai (sengaja saya sebut “gerai”, dan tidak : “toko”) sehingga berbeda dengan yang lainnya. Bikin unik dan semenarik mungkin.
4. Membangun Pabrik
Ini tantangan yang paling berat. Sebuah mimpi besar : memiliki pabrik besar dengan jumlah karyawan dan kapasitas produksi yang besar pula. Tentunya dibutuhkan modal besar. Tapi, sekali lagi, dengan ide, kita bisa saja memperoleh modal dari pihak lain.
Sebetulnya masih ada peluang lain, yaitu menawarkan ide ini ke produsen helm. Kita bisa mendapatkan royalty fee dari setiap produk yang terjual. Upsss…. tapi itu hak saya kali yah.
Dalam sebuah kesempatan, Bill Gates mengatakan bahwa yang diperlukan oleh sebuah institusi untuk sukses itu adalah inovation centre dan imagination power. So, jangan sungkan untuk melamun/berkhayal yang positif, karena dari sanalah embrio dari penemuan-penemuan besar terlahir.
Asumsi Pendapatan Jasa Pemasangan Helm Audio
(Per Bulan)
Modal Awal : Rp 10.000.000,-
Biaya Operasional : Rp 1.100.000,-
- Sewa Tempat : Rp 1.000.000,-
- Listrik : Rp 100.000,-
Omset : Rp 10.000.000,-
Laba Bersih (60 %) : Rp 6.000.000,-
Salam Sukses
Bandung, 27 Mei 2009
Agus Santoso

